Jumat, 24 Desember 2010

Jumat, 24 Desember 2010

SEBAGIAN KEISTIMEWAAN NABI SAW
Anas bin Malik ra. bercerita, “Pada suatu hari Nabi Muhammad saw.
mendatangi rumah Fathimah r.ha. Fathimah pun mengadukan rasa lapar yang
dialaminya, “Ayahku! Sudah tiga hari aku tidak merasakan makanan.” Lalu
Nabi membuka penutup perut beliau, ternyata di perut beliau ada batu yang
diikatkan untuk menahan lapar. Beliaupun bersabda, “Wahai Fathimah!
Kalau kamu belum makan selama tiga hari, ayahmu ini sudah empat hari
belum makan!” Lalu Nabi saw. keluar dari rumah Fathimah sambil berkata,
“Kasihan Hasan dan Husain kelaparan.” Nabi pun terus berjalan sampai
akhirnya beliau sampai di sebuah gang kecil di kota Madinah, lalu beliau
bertemu dengan orang A’rabi, sedang orang A’rabi itu tidak tahu bahwa itu
adalah Nabi. Nabi saw. pan berkata, “Wahai A’rabi! Apakah kamu perlu
tenaga untuk membantumu?” “Ya”, jawab A’rabi. “Apa yang harus
kubantu?” tanya Nabi saw. lagi. “Mengambilkan air dari sumur,” jawab
A’rabi, dan segera ia memberikan timbanya kepada Nabi saw.. Maka Nabi
saw. pun menimba air untuk A’rabi. Setelah selesai, orang A’rabi itu
memberi Nabi saw. tiga butir kurma sebagai upah. Nabi saw. pun memakan
kurma tersebut. Sudah delapan kali Nabi saw. menimba air, ketika beliau
hendak menimba yang kesembilan kalinya, tiba-tiba timbanya terlepas, maka
beliau pun berdiri diam kebingungan. A’rabi itu marah-marah sambil
menghampiri Nabi saw. dan serta merta ia menampar muka Nabi. Lalu ia
memberi delapan belas butir kurma pada Nabi saw., dan beliau pun
menerimanya. Lalu dengan hanya menggunakan tangan, Nabi saw.
mengambil timba dari dalam sumur dan melemparkanya ke arah orang
A’rabi, lalu beliau pergi meninggalkan A’rabi tersebut. Untuk beberapa saat
orang A’rabi itu berpikir dan ia berkata pada dirinya sendiri, “Ini adalah
benar-benar seorang Nabi.” Kemudian ia mengambil golok dan segera
memotong tangan kanannya yang tadi telah digunakan menampar Nabi saw.,
lalu ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian, lewatlah
serombangan orang, lalu mereka menyiramkan air ke tubuh A’rabi, maka
A’rabi itu sadar (siuman). Lalu ditanya, “Apa yang terjadi padamu?” A’rabi
menjawab, “Aku telah menampar wajah seseorang, aku tidak menyangka
orang tersebut adalah Muhammad saw., aku takut terkena siksa, maka aku
memotong tangan yang aku gunakan menamparnya,” Lalu dengan tangan
kirinya A’rabi tadi mengambil potongan tangannya, dan ia pun menunju
Masjid Nabawi dan berkata, “Wahai para Sahabat Muhammad, di mana
Muhammad?” Di dalam. Masjid itu ada Abu Bakar, Umar dan Usman.
Mereka balik bertanya, “Ada apa engkau menanyakanya?” “Aku ada
kepentingan dengan beliau,” jawab A’rabi. Lalu Selman Al-Farisy
mendatangi A’rabi tadi dan mengajaknya ke rumah Fathimah, sementara
Nabi sediri seusai menerima kurma dari A’rabi tadi beliau langsung menuju
rumah Fathimah, beliau kemudian memangku Hasan di sebelah kanan dan
Husain di sebelah kiri. Nabi menyuapi Hasan dan Husain dengan kurma yang
beliau dapat dari A’rabi, lalu A’rabi pun memanggil Nabi saw., “Hai
Muhammad!” Nabi berkata pada Fathimah, “Lihatlah siapa yang datang?”
Fathimah lalu melihat dari pintu, dan didapatinya ada seorang A’rabi di luar,
dia masih memegangi potongan tanganya yang masih meneteskan darah
segar. Fathimah kembali lagi pada Nabi dan menceritakan apa yang dia lihat.
Nabi saw. pun keluar. Ketika beliau telah keluar, maka berkatalah A’rabi,
“Hai Muhammad, maafkanlah aku karena sesungguhnya aku tidak
mengenalimu.” Lalu Nabi saw. bertanya, “Mengapa kamu memotong
tanganmu?” A’rabi menjawab, “Tidak pantas bagiku membiarkan tangan
yang telah menampar wajahmu.” Nabi berkata lagi, “Masuklah Islam, maka
kamu akan selamat!” A’rabi berkata lagi, “Wahai Muhammad, kalau kamu
memang seorang Nabi, maka kembalikanlah tanganku seperti semula!” Lalu
Nabi mengambil tangan tersebut dan meletakkan pada tempatnya semula,
melekatkanya, mengusapnya, meludahinya dengan menyebut asma Allah,
maka bersambunglah kembali tangan A’rabi tadi dengan izin Allah. Lalu
orang A’rabi pun masuk Islam. Segala puji hanya bagi Allah.

1 komentar:

  1. Dikutip dari buku apa ya kalau boleh tahu? Trims

    BalasHapus