Jumat, 24 Desember 2010

Jumat, 24 Desember 2010

KEISTIMEWAAN ASMA ALLAH
Ketika Nabi Nuh as. sedang naik perahu seusai banjir, perahunya
diombang-ambing oleh ombak dan air laut pun menjadi panas hingga
melelehkan ter pelapis dinding perahu, dan hampir-hampir perahu tersebut
pecah. Apabila pecah, maka air akan masuk kedalam perahu, dan perahu pun
akan tenggelam. Lalu Allah mengajari Nabi Nuh as. beberapa nama dari
nama Allah. Nabi Nuh as. pun berdo’a dengan nama itu, maka berkat nama
Allah ter pelapis dinding perahu tersebut mengeras lagi. Asma itu adalah:
Ahya syazahaya yang bahasa arabnya sama dengan Ya Hayyu (Wahai Dzat
Yang Maha Hidup), Yaa Qayyum (Wahai Dzat Yang Maha Kekal),
sebagaimana tertulis dalam Taurat. Maka selamatlah Nuh dari bahaya
tenggelam. Ketika Nabi Ibrahim as. akan dilemparkan ke dalam kobaran api,
Allah Swt. juga mengajarkan Asma tersebut, sehingga selamatlah Nabi
Ibrahim dari api Namrudz. Ketika Nabi Ibrahim mengungsikan Ismail dan
Ibunya ke Makkah, Ibrahim as. mengajarkan Asma tersebut pada Ismail.
Apabila Ismail mempunyai kebutuhan, maka ia berdo’a dengan Asma itu,
ketika ia dan Ibunya mengalami kehausan, ia pun berdo’a dengan Asma itu,
lalu Allah mengeluarkan mata air zam zam. Kemudian Asma itu turun
temurun berada di tangan keturunan Ismail dan para juru mudi sampai hari
kiamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar